Weshootgunshop – Ai Nurhidayat RGO303: Merintis Penjaga Toleransi Multikultural, Penerima Satu Indonesia Awards

Weshootgunshop – Satu Indonesia Awards( SIA) Ialah program RGO 303 pemberian Penghargaan Astra buat angkatan Belia Indonesia yang berprestasi, serta memiliki partisipasi positif buat warga, serta area sekelilingnya. Lewat aspek Kesehatan, Pembelajaran, Area, Kewirausahaan serta Teknologi, dan satu jenis golongan yang menggantikan 5 aspek itu. Salah satu akseptor penghargaan satu Indonesia Awards yang membanggakan ialah Ai Nurhidayat Gusar

Ai Nurhidayat ataupun kerap diucap Kang Ai merupakan anak muda asal Dusun Cikubang, Kecamatan. Parigi, Tanjung Pangandaran, Jawa Barat. Berlatih di SMA Plus Darussalam Ciamis pada tahun 2004- 2007 serta meneruskan riset ahli( S1 Ilmu Komunikasi) di Universitas Paramadina pada tahun 2008- 2012. Kang Ai pula berprofesi selaku Sekretaris Jenderal Kemahasiswaan( SEKJEN). Ai merupakan penggagas perkumpulan mahasiswa serta sekretaris jenderal awal Universitas Paramadina.

Sehabis lolos dengan titel ahli komunikasi, Kang Ai menghasilkan suatu komunitas serta mendirikan Sabalad Community, suatu komunitas berlatih anak muda di Pangandaran yang berpusat pada 5 tema berarti: literasi, seni serta adat, anak muda, pemakaian alat, serta ilmu lingkungan. Sabalad dibuka( sah) pada bertepatan pada 31 Januari 2013 di Desa Cikubang, Dusun Cinta buatan, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Pada awal mulanya Sekolah Multikultural ini didesain bersama dengan sahabat dari komunitas“ Sabalad” yang maksudnya Teman, hingga Sabalad berarti seperkawanan ataupun sepermainan yang pada umumnya anak belia di Pangandaran yang pula tersambung dengan wilayah lain..“ Kita tidak berasumsi sangat lama, yang berarti banyak yang tersambung, jadi kita memakai sekolah yang dikala itu diambang kehancuran,” tutur Kang Ai dikala diwawancarai. BNPT Televisi,( 4 April 2022).

Didirikanlah Sekolah Multikultural Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Abdi Buatan pada tahun 2011. perihal itu dilatarbelakangi dengan situasi warga di Pangandaran yang sedang etnosentris kepada adat luar. Sekolah Multikultural dibuat buat mempertemukan anak didik dari bermacam kerangka balik, menghasilkan titik temu buat silih berlatih, penghargaan, membagikan ruang serta mencegah keanekaan Nusantara.

Anggapan khalayak ialah tantangan yang mengalutkan untuk kang Ai kalau sekolah ini dikira melaksanakan ataupun melaksanakan misi- misi keimanan khusus, dikira mengecam keberadaan agama, serta dikira di luar Kurikulum yang sudah terbuat Penguasa.“ malah Kita mau membuat sejenis jembatan calo, biar terdapat interaksi terdapat perbincangan, dapat hidup benda, dapat silih menguasai hingga pandangan yang terdalam dari bagian agama”.

Sekolah Multikultural diselenggarakan dengan cara free diawali dari, karcis pesawat, mes, bayaran sekolah lain- lain sepanjang 3 tahun serta sekolah ini berintegrasi dengan area warga. Pada informasi tahun 2021, kategori telah merambah tahun ke 7 dengan anak didik yang berawal dari 40 Kaum serta 25 Provinsi di Indonesia buat mencicipi pembelajaran serta berikan ruang buat berlatih bertoleransi. serta saat ini kategori Multikultural kurang lebih 250 sukarelawan serta kakak membimbing. sekolah ini sudah meluluskan 102 Partisipan ajar buat disebar jadi juru damai di mana juga beliau berdiam.

Warga Dusun setempat pula kesimpulannya menyongsong bagus program itu Perihal ini diisyarati dengan berdirinya Desa Nusantara di desa Cikubang. terdapat dekat 35 kepala keluarga di Desa Nusantara yang melepaskan rumahnya Dijadikan rumah bermukim Untuk siapa juga yang ingin tiba ke situ serta sebagian bilik rumah dilukis dengan gambar- gambar yang memantulkan bermacam kaum di Indonesia terdapat gulungan Kalimantan, Sumatera Sulawesi, Papua serta pulau- pulau yang lain. Sedangkan itu para anak didik pula mempunyai agenda aktivitas teratur di malam hari ialah, aktivitas rohani sampai tiap senin- Jumat Sepanjang kurang lebih 2 jam para anak LOGIN RGO303 didik bersandar bersama membaca untuk anak didik mukmin serta menelaah buku untuk murid- murid yang berkeyakinan Kristen. aktivitas itu dicoba di sesuatu rumah di desa Nusantara, di lantai dasar para anak didik silih mangulas ayat- ayat Injil serta sesekali memanjatkan lagu- lagu aplaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *